Home / Lokal / Opini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Departemen Pendidikan Olahraga FKIP USK Perkuat Kompetensi Guru SMA/SMK di Kota Langsa

Foto bersama guru SMA/SMK se Kota Langsa 8 Oktober 2026 di SMK Negeri 2 Langsa

Foto bersama guru SMA/SMK se Kota Langsa 8 Oktober 2026 di SMK Negeri 2 Langsa

LANGSA, 8 Oktober 2026 — Departemen Pendidikan Olahraga FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan mengusung tema “Penguatan Kompetensi Guru SMA/SMK melalui Edukasi, Aktivitas Kebugaran, dan Pengembangan Olahraga di Kota Langsa.”

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 8 Oktober 2026, bertempat di SMK Negeri 2 Langsa, diikuti oleh para guru pendidikan jasmani dan olahraga tingkat SMA/SMK di Kota Langsa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Departemen Pendidikan Olahraga FKIP USK dalam memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru olahraga. Melalui edukasi, aktivitas kebugaran, dan pengembangan olahraga, para guru diharapkan memperoleh wawasan dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

Kepala Departemen Pendidikan Olahraga FKIP USK, Dr. Yeni Marlina, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi dan kerja sama antara Departemen Pendidikan Olahraga dengan Program Studi Magister Pendidikan Olahraga FKIP Universitas Syiah Kuala dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya guru pendidikan jasmani dan olahraga.

Menurut Dr. Yeni Marlina, guru olahraga memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup sehat dan aktif di lingkungan sekolah. Peningkatan kompetensi guru tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi pembelajaran, tetapi juga kemampuan merancang aktivitas fisik yang menarik, aman, efektif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi para guru olahraga untuk meningkatkan kompetensi, berbagi pengalaman, serta mendapatkan wawasan baru dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga di sekolah. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung kepada peserta didik,” ujar Dr. Yeni Marlina, M.Pd.

Sementara itu, Ketua Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Olahraga FKIP Universitas Syiah Kuala, Dr. Zulfikar, M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan memperkuat program kelas kerja sama Magister Pendidikan Olahraga FKIP USK bagi guru-guru SMA/SMK di Kota Langsa dan sekitarnya.

BACA JUGA  Turnamen Mini Soccer HIMADIRGA Cup Antar Mahasiswa: Wujudkan Semangat “Mens Sana in Corpore Sano”

Menurut Dr. Zulfikar, program kelas kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para guru olahraga untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister tanpa mengesampingkan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pendidik.

“Kami ingin memberikan ruang dan kesempatan kepada guru-guru SMA/SMK, khususnya guru pendidikan jasmani dan olahraga di Kota Langsa, untuk meningkatkan kualifikasi akademik melalui Program Magister Pendidikan Olahraga FKIP USK. Kelas kerja sama ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister sekaligus meningkatkan kompetensi profesional,” ungkap Dr. Zulfikar, M.Kes.

Ia menambahkan, peningkatan kualifikasi akademik guru harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi dan kualitas pembelajaran. Guru yang melanjutkan pendidikan ke jenjang magister diharapkan mampu membawa pengetahuan dan inovasi baru ke lingkungan sekolah serta berkontribusi dalam pengembangan pendidikan olahraga.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) FKIP Universitas Syiah Kuala, Amanda Sukriadi, S.Pd., M.Pd., memberikan informasi kepada para guru mengenai penerimaan mahasiswa baru Program Studi Penjaskesrek melalui jalur prestasi.

Amanda Sukriadi menjelaskan bahwa jalur prestasi menjadi salah satu kesempatan bagi siswa yang memiliki prestasi di bidang olahraga untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Syiah Kuala. Para guru olahraga diharapkan dapat berperan dalam memberikan informasi dan pendampingan kepada siswa yang memiliki potensi serta prestasi olahraga.

“Kami berharap para guru olahraga dapat membantu memberikan informasi kepada siswa-siswi yang memiliki prestasi di bidang olahraga mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi. Prestasi olahraga yang dimiliki siswa perlu didokumentasikan dan dipersiapkan dengan baik sebagai bagian dari portofolio,” ujar Amanda Sukriadi, S.Pd., M.Pd.

Ia juga mendorong para guru untuk terus mendampingi dan mengembangkan potensi siswa, khususnya dalam bidang olahraga, sehingga prestasi yang diperoleh dapat menjadi modal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

BACA JUGA  Manfaat Berolahraga di Bulan Suci Ramadhan

Selain sesi edukasi, kegiatan PkM juga diisi dengan aktivitas kebugaran dan diskusi terkait pengembangan olahraga di lingkungan sekolah. Para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan dan kebutuhan pembelajaran pendidikan jasmani di tingkat SMA/SMK.

Melalui kegiatan ini, Departemen Pendidikan Olahraga FKIP USK berharap terjalin kolaborasi yang semakin kuat dengan guru dan sekolah di Kota Langsa. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan jasmani, pembinaan prestasi olahraga, serta pengembangan kompetensi profesional guru.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sekaligus menjadi wujud komitmen Departemen Pendidikan Olahraga, Program Studi Magister Pendidikan Olahraga, dan Program Studi Penjaskesrek FKIP Universitas Syiah Kuala dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan olahraga.

Share :

Baca Juga

Lokal

Ketua KONI Aceh Saiful Bahri (PON Yahya) Lepas Atlet Petanque Aceh Menuju Kejurnas 2026 di Jakarta

Lokal

Sabet Enam Emas, Tim Karate USK Dominasi Kejurda Forki Aceh Piala Bupati Pidie 2026

Opini

Guru di Tengah Badai Digital: Menjawab Tantangan Pembelajaran Berbasis Teknologi

Opini

Peran Guru di Indonesia dalam Menghadapi Perkembangan Teknologi

Opini

Belajar di Dunia Digital Guru Harus Lebih Cerdas

Opini

Guru dan Era Digital : Saat Tantangan Berubah Menjadi Peluang

Opini

Guru Di Era Digital:Bukan Sekedar Pengajar Tapi Pemandu Literasi Teknologi

Opini

Guru di Era Digital: “Menjadi Kompas di Tengah Lautan Teknologi”