Home / Opini

Rabu, 5 November 2025 - 10:30 WIB

“Guru di Era Digital: Antara Tantangan dan Transformasi Menuju Pendidikan Bermakna”

VIRNA MELISA
MAHASISWA FKIP OLAHRAGA USK

VIRNA MELISA MAHASISWA FKIP OLAHRAGA USK

Dalam dunia yang serba digital saat ini, peran guru bukan lagi sekadar pengajar di depan kelas, tetapi juga fasilitator yang mampu mengarahkan peserta didik menavigasi lautan informasi tanpa batas. Teknologi telah mengubah cara belajar, cara berpikir, bahkan cara berinteraksi manusia. Namun, di tengah perubahan besar ini, muncul satu pertanyaan penting: apakah guru masih relevan di era digital? Jawabannya: justru sekarang peran guru menjadi lebih penting dari sebelumnya.

Pertama, guru adalah penjaga nilai di tengah derasnya arus informasi. Anak-anak hari ini bisa belajar apa saja dari internet, tetapi tidak semua informasi yang mereka temukan mengandung kebenaran dan nilai moral. Di sinilah guru berperan penting bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga menanamkan etika berpikir kritis, empati, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Guru menjadi filter yang membantu peserta didik memilah antara informasi dan misinformasi.

BACA JUGA  Manfaat Berolahraga di Bulan Suci Ramadhan

Kedua, guru adalah pembimbing digital (digital mentor). Dunia digital membutuhkan pendampingan agar siswa tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi juga pencipta konten yang positif. Melalui pembelajaran berbasis proyek, media interaktif, dan penggunaan platform digital edukatif, guru dapat menumbuhkan kreativitas dan kolaborasi. Seorang guru yang melek digital mampu menciptakan ruang belajar yang inklusif dan menyenangkan bukan menggantikan interaksi manusia dengan layar, tetapi memadukan keduanya secara harmonis.

Ketiga, guru menjadi agen perubahan dalam transformasi pendidikan. Pandemi COVID-19 telah mempercepat digitalisasi sekolah, namun setelahnya, banyak guru yang terus berinovasi dengan teknologi. Mereka belajar membuat video pembelajaran, menggunakan aplikasi

BACA JUGA  Guru di Era Digital: “Menjadi Kompas di Tengah Lautan Teknologi”

evaluasi daring, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memantau perkembangan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa profesi guru adalah profesi yang adaptif, kreatif, dan terus belajar karakter yang sangat dibutuhkan di abad ke-21.

Era digital tidak menggantikan peran guru, justru memperluasnya. Teknologi hanyalah alat, sementara guru adalah jiwa dari proses pendidikan. Ke depan, penting bagi guru untuk terus mengasah literasi digital, beradaptasi dengan inovasi, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan dalam mengajar. Pemerintah dan masyarakat pun perlu memberikan dukungan  baik pelatihan, fasilitas, maupun penghargaan  agar guru dapat menjalankan perannya secara optimal. Sebab, di tengah dunia yang berubah cepat, guru bukan hanya pengajar, tetapi penjaga arah kemanusiaan dalam pendidikan digital.

 

Share :

Baca Juga

Opini

Guru di Tengah Badai Digital: Menjawab Tantangan Pembelajaran Berbasis Teknologi

Opini

Peran Guru di Indonesia dalam Menghadapi Perkembangan Teknologi

Opini

Belajar di Dunia Digital Guru Harus Lebih Cerdas

Opini

Guru dan Era Digital : Saat Tantangan Berubah Menjadi Peluang

Opini

Guru Di Era Digital:Bukan Sekedar Pengajar Tapi Pemandu Literasi Teknologi

Opini

Guru di Era Digital: “Menjadi Kompas di Tengah Lautan Teknologi”

Opini

Naturalisasi Bukan Jalan Tol, Saatnya Indonesia Serius dengan Sport Science

Opini

Atlet Petanque USK Jalani Latihan Rutin di Bulan Ramadhan