Sportyco.id/Aceh – Persiraja Banda Aceh harus mengubur impian untuk berlaga di BRI Liga 1 musim 2025/2026 setelah gagal meraih promosi. Dalam laga terakhir babak delapan besar Liga 2, Laskar Rencong harus mengakui keunggulan tuan rumah PSPS Riau dengan skor tipis 0-1.
Bek andalan Persiraja, Aed Tri Oka, menyebut kegagalan timnya lebih disebabkan oleh faktor keberuntungan yang tidak memihak. Meskipun tampil solid sepanjang musim, Persiraja tersingkir setelah kalah selisih gol dari PSPS Riau dalam fase grup delapan besar.
Pada musim 2024/2025, Persiraja tergabung di Grup Barat Liga 2 bersama tim-tim seperti Persikabo 1973, PSPS Riau, Sriwijaya FC, dan lainnya. Sayangnya, tak satu pun tim dari grup ini berhasil lolos ke Liga 1. Padahal, di babak penyisihan, Persiraja tampil dominan dan memuncaki klasemen, sebelum akhirnya tersingkir di babak delapan besar.
Dalam laga terakhir melawan PSPS Riau, para pemain Persiraja kerap mendapat tekel keras dan perlakuan kasar di lapangan. Wasit dinilai berat sebelah, sehingga manajemen Persiraja pun melayangkan protes resmi ke PSSI.
Aed Tri Oka menegaskan bahwa timnya telah memiliki modal kuat untuk promosi, baik dari sisi kekompakan, kualitas pemain, hingga dukungan penuh dari suporter yang selalu memadati Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh. Namun, keberuntungan berkata lain.
Meski kecewa, Aed Tri Oka tetap optimistis bahwa Persiraja akan segera kembali ke Liga 1. Ia pun berharap suporter tetap memberikan dukungan penuh bagi tim untuk musim depan.
“Saya mohon maaf belum bisa membantu Persiraja lolos ke Liga 1. Namun, saya yakin cepat atau lambat, Persiraja akan kembali ke kasta tertinggi,” ujarnya.
Untuk menghadapi musim depan, Persiraja perlu melakukan pembenahan lebih lanjut, meskipun sudah mendatangkan enam pemain baru pada bursa transfer Januari 2025.
SUB. POS ACEH









